8 Hal Penyebab Asam Lambung Naik, Stop Konsumsi Obat Pereda Nyeri

- 6 Februari 2021, 14:00 WIB
Kebiasaan penyebab asam lambung naik.
Kebiasaan penyebab asam lambung naik. /Pixabay//

RINGTIMES BANYUWANGI - Mengetahu hal-hal atau kebiasaan yang menyebabkan asam lambung naik dapat membantu kita menghindarkan diri dari penyakit refluks asam dan GERD.
 
Terutama jika Anda sering mengalami kondisi asam lambung naik, sebaiknya menjauh hal-hal berikut ini untuk mencegah penyakit Anda kambuh.
 
Refluks asam adalah kondisi dimana asam lambung, yang membantu mencerna makanan, dibuang kembali ke kerongkongan.
 
Hal ini dapat menimbulkan sensai yang tidak menyenangkan seperti perut terbakar dan mulas.
 
Oleh karena itu, menjauhi kebiasaan-kebiasaan berikut dapat membantu Anda mengurangi risiko kambuhnya asam lambung naik.
 
Baca Juga: 3 Makanan Pantangan Penderita Asam Lambung, Hindari agar Tak Kambuh

Ringtimesbanyuwangi.com mengutip dari laman Boldsky pada 6 Februari 2021, berikut delapan kebiasaan penyebab asam lambung naik.

 
1. Makan larut malam
 
Saat kita makan makanan sebelum tidur, kita mungkin harus tidur dengan banyak asam yang diproduksi di perut.
 
Asam-asam ini bisa naik ke pipa makanan, dan menyebabkan asam lambung naik secara tiba-tiba.

2. Berbaring setelah makan
 
Gaya gravitasi memainkan peran penting dalam mendorong makanan yang kita konsumsi ke perut.
 
Perlu diketahui bahwa proses berjalannya makanan dari kerongkongan ke perut, tidak hanya terjadi karena menelan.
 
 
Ketika gravitasi muncul, makanan akan sulit didorong ke perut seseorang berbaring setelah makan berat yang dapat menyebabkan asam lambung naik.

3. Mengkonsumsi makanan berlemak
 
Makanan berlemak ini menyebabkan LES menjadi rileks dan mendorong lebih banyak asam lambung untuk kembali ke kerongkongan.
 
Makanan yang kaya lemak misalnya kentang goreng, mentega, es krim, keripik kentang, daging babi atau daging domba.

4. Beberapa minuman
 
Minuman tertentu seperti teh, kopi, dan minuman seperti alkohol, dan soda, dapat menyebabkan refluks asam.
 
Minuman-minuman tersebut cenderung melemahkan otot yang memisahkan perut dan pipa makanan. Akibatnya, otot ini tidak mampu menghentikan aliran asam dari lambung ke pipa makanan yang menyebabkan refluks asam.
 
 
Penderita asam lambung disarankan untuk menjauhi teh dan kopi, karena minuman ini cenderung mengendurkan otot sfingter.
 
5. Mengonsumsi makanan pedas
 
Makanan pedas memperburuk produksi lebih banyak asam di perut dan menurunkan tekanan  sfingter esofagus yang lebih rendah.
 
Secara langsung, hal ini dapat menyebabkan asam lambung naik.
 
Selain makanan pedas, mengonsumsi lemon, nanas, jeruk bali, dan terlalu banyak makan cokelat juga menyebabkan asam lambung naik.
 
6. Obesitas
 
Lemak yang menumpuk di sekitar perut memberi tekanan pada perut, yang menimbulkan hernia hiatus, yang menyebabkan asam dibuang kembali ke kerongkongan.
 
 
Hal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar dan menimbulkan asam lambung mudah naik.

7. Pengobatan tertentu
 
Obat-obatan tertentu misalnya obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen dan obat tekanan darah tertentu cenderung menghasilkan lebih banyak asam di lambung.
 
Hal ini akan mengurangi kapasitas katup yang memisahkan pipa makanan dan lambung untuk membuka dan menutup secara efektif. Sehingga secara langsung menyebabkan asam lambung naik.
 
8. Merokok
 
Nikotin, komponen utama tembakau, juga termasuk dalam daftar relaksasi otot sfingter, yang meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan.
 
Jika hal ini terjadik, akan menyebabkan refluks asam yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit GERD.
 
 
Selain itu, tembakau juga cenderung mengurangi air liur. Air liur memiliki zat penetral asam penting yang disebut bikarbonat, yang membantu mengurangi refluks asam. ***

Editor: Rani Purbaya

Sumber: Boldsky


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X