AS Was-was, Aksi Protes Berujung Transmisi Baru Wabah Virus Corona

- 3 Juni 2020, 16:15 WIB
POLISI berjaga saat para pengunjuk rasa menggelar aksi protes di area permukiman Uptown di Chicago, Amerika Serikat (AS) pada Senin, 1 Juni 2020.*

 

RINGTIMES BANYUWANGI - Ketika para demonstran membanjiri jalan di seluruh Amerika untuk mengecam pembunuhan George Floyd, pakar kesehatan masyarakat khawatir dengan jarak yang begitu dekat antara para pengunjuk rasa.

Pakar kesehatan juga menyoroti banyaknya pengunjuk rasa yang tidak menggunakan masker dan dikhawatirkan dapat memicu transmisi baru dari virus corona di Amerika Serikat.

Banyak protes pecah di tempat-tempat di mana virus corona masih beredar luas di masyarakat. Faktanya, tinjauan Associated Press yang dikutip Pikiran-Rakyat.com menemukan bahwa terjadi protes besar selama beberapa hari, termasuk Minneapolis-St. Paul, Chicago, Washington, D.C., dan Los Angeles.

Baca Juga: KEREN Motor Listrik Canggih ini Tersedia Dalam Tiga Pilihan Suara

"Sebagai sebuah bangsa, kita harus khawatir tentang rebound," tutur Walikota Washington Muriel Bowser memperingatkan Minggu setelah beberapa hari protes mengguncang ibukota negara.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengeluhkan kerumunan orang, dengan mengatakan bahwa ratusan orang berpotensi terinfeksi virus corona, yang bisa menyebabkan berbulan-bulan jarak sosial di Amerika Serikat.

Wabah baru virus corona di tempat-tempat di mana pengunjuk rasa berkumpul dapat menyebabkan bangkitnya kembali virus corona.

Baca Juga: Bebankan Mahasiswa, Kemendikbud Pastikan Uang Kuliah di PTN Tidak Naik

Halaman:

Editor: Galih Ferdiansyah

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X