Dijual, dicambuk dan diperkosa: Seorang wanita Yazidi mengingat penahanan ISIS

- 16 Oktober 2020, 21:15 WIB
Ilustrasi ISIS. Dijual, dicambuk dan diperkosa: Seorang wanita Yazidi mengingat penahanan ISIS /AFP

Seorang korban menjelaskan bagaimana dia menyimpan buku catatan rahasia di mana dia mencatat pelanggaran yang dilakukan terhadap dirinya dan orang lain.

RINGTIMES BANYUWANGI – Media berpengaruh Timur Tengah, Aljazeera memberitakan tentang seorang perempuan yang ditahan oleh ISIS.

Dalam berita yang dimuat tanggal 16 Oktober 2020 tersebut, Layla Talu tidak pernah membayangkan tetangganya akan mengkhianatinya. 

Tetapi ketika mantan teman-teman dari desa-desa di sekitar rumahnya di distrik Sinjar, Irak utara, memberikan lokasinya, keluarganya terpaksa mengungsi.

Baca Juga: Dijamin Ampuh, Lakukan 12 Cara Berikut Ketika Daun Aglaonema Menjadi Kuning

Pukul 07.00 pagi tanggal 3 Agustus 2014, Layla, suaminya, Marwan Khalil, dan kedua anaknya, yang berusia empat dan 18 bulan, meninggalkan rumah. 

Seperti puluhan ribu Yazidi lainnya, mereka berharap bisa berlindung di Gunung Sinjar.

Baca Juga: Dijamin Ampuh, Lakukan 12 Cara Berikut Ketika Daun Aglaonema Menjadi Kuning

Tapi mereka tidak pernah berhasil. Dalam hitungan jam, Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) telah mengepung kota Sinjar dan desa-desa sekitarnya. 

Keluarga Layla ditangkap di jalan dan bersama puluhan Yazidi lainnya yang mencoba melarikan diri.

Laki-laki dipisahkan dari perempuan dan anak-anak. Malam itu, Layla dan anak-anaknya diangkut bersama yang lain ke distrik Baaj, barat daya Mosul, tempat mereka ditahan selama empat hari.

Halaman:

Editor: Dian Effendi

Sumber: Aljazeera


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X