Hamburkan Dana Covid-19, Bupati Anas Didesak Copot Plt Kadis PUCKPP

- 18 Mei 2020, 04:23 WIB
ILUSTRASI-Pekerja sedang menyelesaikan ruang isolasi di dalam Gedung Wanita Banyuwangi, pada Selasa (5/5/2020).*/ Dian Effendi/Ringtimes

RINGTIMES BANYUWANGI – Kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan Permukiman (PUCKPP) Banyuwangi, Danang Hartanto mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Forum Transparansi Publik (Fortrap) Berharap Bupati Banyuwangi segera mengevaluasi kinerja bawahannya itu, dan bila perlu segera dicopot dari jabatannya.

“Anggaran penanganan Covid-19 dipakai Dinas PUCKPP untuk rehab Gedung Wanita menghabiskan uang sekitar Rp 1 Miliar yang katanya untuk tempat isolasi. Pada kenyataannya hanya disiapkan empat bilik. Ini perlu evaluasi,” ungkap Direktur Fortrap, Rosyidi Zein pada Minggu (17/5/2020) malam.

Baca Juga: Kini, Surabaya Memiliki Kasus Positif Separuh Dari Jumlah Jawa Timur

Dari anggaran sekitar Rp 1 Miliar untuk rehab Gedung Wanita, Fortrap menduga untuk pekerjaan empat ruang isolasi hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 Juta.

“Sepertinya penggunaan dana penanggulangan Covid-19 untuk rehab Gedung Wanita ini mempunyai maksud terselubung,” papar Rosyidi.

Jika Pemkab Banyuwangi dalam hal ini Dinas PUCKPP benar-benar fokus ke penanganan Covid-19,  cukup disiapkan ruang isolasi dengan jumlah menyesuaikan luas Gedung Wanita dan tidak merehab keseluruhan bangunan.

Baca Juga: Patut Dicoba Nih! Kini WhatsApp Sudah Bisa Video Call Hingga 50 Orang

Seharusnya, lanjut Rosyidi, Dinas PUCKPP tidak menghambur-hamburkan uang rakyat untuk mempercantik Gedung Wanita yang sebenarnya tidak terlalu penting dalam penanganan Covid-19.

“Ini situasi darurat. Perlu langkah cepat tapi hemat. Untuk apa flafon dibuat layaknya hotel berbintang dan lantai direhab sedemikian rupa, termasuk sebagian pintu-pintunya. Itu tidak diperlukan untuk tempat isolasi,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dian Effendi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X