Minta 'Interpol Notice', Begini Keinginan Kuasa Hukum ABK WNI

11 Mei 2020, 07:05 WIB
ABK di Kapal Tiongkok.* /TANGKAPAN LAYAR MBC NEWS/

RINGTIMES BANYUWANGI  - Kini Tim Kuasa Hukum Anak Buah Kapal Warga Negara Indonesia di Kapal Long Xing 629, DNT Lawyers ingin Polri memintakan pemberitahuan interpol (Interpol notice) untuk membatasi gerak para pelaku eksploitasi ABK WNI yang berada di luar negeri.

"Jika dimungkinkan Polri juga meminta 'red notice Interpol' kepada para pelaku yang berada di luar negeri serta kapal-kapal yang satu grup dengan pelaku dimintakan Purple Notice Interpol, sehingga minimal dapat membatasi ruang gerak para pelaku," demikian permintaan Tim DNT Lawyers dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Bahkan Pemberitahuan interpol adalah peringatan internasional yang diedarkan oleh Interpol untuk mengkomunikasikan informasi tentang kejahatan, penjahat, dan ancaman kepada polisi di negara anggota (atau entitas internasional yang berwenang) di seluruh dunia.

Baca Juga: Benarkah Akun Kartu Prakerja Bisa Dijual Rp 3 Juta? Simak Faktanya

Sumber Berjudul: Kuasa hukum ABK WNI ingin Polri minta "interpol notice"

Pemberitahuan Merah adalah salah satu cara yang digunakan Interpol untuk memberitahu negara anggotanya bahwa surat penangkapan telah dikeluarkan bagi seseorang oleh satu lembaga kehakiman.

Pemberitahuan Merah mencari lokasi dan menangkap orang yang dicari dengan pertimbangan bagi ekstradisi atau tindakan hukum yang sama. Namun, itu bukan surat penangkapan internasional, demikian data yang terdapat di jejaring resmi Interpol.

Selain itu, tim kuasa hukum ABK WNI Kapal Long Xing mengapresiasi kerja keras penyidik Polri di dalam negeri yang secara maraton melakukan pemeriksaan dan pengungkapan kasus ABK WNI di Kapal Long Xing tersebut.

Baca Juga: Saat Pulang Tanpa Gejala, Pemudik dari Jakarta Ini Positif Covid-19

Editor: Sophia Tri Rahayu

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler