Hukum dan Hikmah Ziarah Kubur Menjelang Ramadan bagi Umat Muslim

- 12 April 2021, 17:35 WIB
Ilustrasi ziarah kubur/Berikut adalah hukum serta hikmah ziarah kubur atau nyekar  menjelang bulan Ramadan sebagai pengingat akhirat.
Ilustrasi ziarah kubur/Berikut adalah hukum serta hikmah ziarah kubur atau nyekar menjelang bulan Ramadan sebagai pengingat akhirat. /ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/ama/

RINGTIMES BANYUWANGI – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini.

Di daerah Jawa kegiatan ziarah kubur pada umumnya disebut dengan nyekar dan arwahan. Nyekar berasal dari kata sekar yang berarti bunga.

Kegiatan yang dilakukan saat nyekar atau ziarah kubur adalah menaburkan bunga ketika berkunjung ke makam. Selain menabur bunga, biasanya diiringi dengan doa-doa agar orang yang telah meninggal diampuni segala dosanya.

Baca Juga: Diskon Hingga 90% PLUS Voucher, Belanjaan Kamu Jadi Lebih Murah Lagi di Shopee Murah Lebay!

Baca Juga: Hukum Ziarah Kubur Saat Idul Fitri, Berikut Penjelasannya

Baca Juga: Bacaan Doa Ziarah Makam Keluarga Beserta Tata Caranya

Bagi sebagian orang, nyekar saat akhir bulan Sya’ban merupakan waktu yang sangat baik. Bahkan hal ini menjadi kewajiban untuk mengingat kerabat yang sudah meninggal.

Namun, apakah tradisi nyekar ini baik dilakukan?

Dilansir Ringtimesbanyuwangi.com dari website resmi Nahdlatul Ulama (NU), pada awalnya kegiatan ziarah kubur memang pernah dilarang oleh Rasulallah SAW.

Pelarangan ini dikarenakan keimanan umat saat itu yang masih lemah sehingga dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman dalam berdoa.

Halaman:

Editor: Ikfi Rifqi Arumning Tyas


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X