Pantas Yahya Waloni Dibiarkan Saat Hina Kristen, Sahal Minta Keadilan

- 3 Mei 2021, 20:15 WIB
Yahya Waloni dilaporkan sebagai penista agama Kristen yang dibandingkan dengan kasus penghinaan agama Islam oleh Jozeph Paul Zhang.
Yahya Waloni dilaporkan sebagai penista agama Kristen yang dibandingkan dengan kasus penghinaan agama Islam oleh Jozeph Paul Zhang. /Instagram/@ustadyahyawaloni

RINGTIMES BANYUWANGI – Pelaporan Ustad Yahya Waloni yang kerap membawa narasi berbahaya kepada umat Kristen mencuat di masyarakat.

Ustad Yahya Waloni dilaporkan atas narasi penghinaan terhadap umat Kristen dalam ceramah-ceramah yang dilakukannya.

Mencuatnya pelaporan Ustad Yahya Waloni seiring dengan diburunya Jozeph Paul Zhang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akibat menghina agama Islam.

Banyak yang menimbang kedua kasus tersebut yang kemudian dipertanyakan oleh publik, termasuk dalam diskusi yang dilansir Ringtimesbanyuwangi.com dari kanal Youtube CokroTV.

Baca Juga: Pantas Yahya Waloni Selalu Aman, Denny Siregar: Ini Kelebihan Hina Agama Kristen

Nong Darol Mahmada yang menjadi host dala diskusi tersebut memaparkan beberapa pelaporan terhadap penghinaan agama Kristen yang berujung pada pencabutan sehingga tak diproses pihak berwajib.

Ade Armodo menilai bukan hanya Ustad Yahya Waloni saja yang pernah melakukan penghinaan terhadap agama Kristen, melainkan juga Ustad Abdul Somad dan beberapa tokoh agama Islam lainnya.

“Tapi memang Yahya Waloni ini dia agak ekstrim ya, dia kerap membuat narasi seperti ajaran Kristen itu palsu, kibat Injil itu kitab palsu, bahkan mengatakan Kristen baik Katolik dan Protestan itu sama-sama prosetan,” kata Ade Armondo sebagaiman dikutip Ringtimesbanyuwangi.com dari kanal Yutube Cokro TV pada 3 Mei 2021.

Ia menilai ada beberapa narasi Yahya Waloni yang wajar saja untuk dilakukan, namun narasi yang menyebut umat Kristen merupakan Prosetan adalah hal yang tidak bisa dibenarkan karena mengarah pada penghinaan agama Kristen.

Halaman:

Editor: Shofia Munawaroh


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X