Insinyur Indonesia Kabur Saat Proyek KF-21 Boramae Berlangsung, DAPA: Tak Ada Biaya Kontribusi

- 12 Oktober 2021, 20:40 WIB
Perginya insinyur Indonesia di tengah proyek KF-21 Boramae berlangsung diduga akibat tidak adanya pembayaran konstribuasi dari pemerintah.
Perginya insinyur Indonesia di tengah proyek KF-21 Boramae berlangsung diduga akibat tidak adanya pembayaran konstribuasi dari pemerintah. /Instagram @gid.news /

RINGTIMES BANYUWANGI – Kabar kepergian insinyur kedirgantaraan Indonesia yang seharusnya tengah bekerja dalam proses pembuatan KF-21 Boramae mengkhawatirkan banyak pihak.

Seperti yang diketahui, Indonesia mengadakan kerjasama dengan Korea Selatan dalam proyek jet tempur KF-21 Boramae.

Indonesia sendiri menjadi mitra utama dan mendapatkan bagian pembiayan sebesar 20 persen dari total seluruh biaya dan nantinya akan mendapatkan sebanyak 50 unit KF-21 Boramae.

Namun, kepergian para insinyur Indonesia yang pulang ke Indonesia bahkan mengakibatkan tertundanya pertemuan tingkat kerja keenam antar dua negara.

Baca Juga: Fitur KF-21 Boramae Masuk Iklan Gambar Terkomputerisasi, Ingatkan Proyek Skat Rusia Mikoyan

“Kedua pemerintah sedang mendiskusikan untuk mengadakan pertemuan tingkat kerja keenam, tetapi jadwalnya tertunda karena bencana alam di Indonesia dan memburuknya situasi [coronavirus],” kata South Korea’s Defense Acquisition Program Administration (DAPA), dikutip dari Zonajakarta.com melalui Flight Globa.

Kepergian insinyur Indonesia itu diduga oleh DAPA akibat adanya pandemi Covid-19 pada awal 2020 lalu serta tidak adanya bayaran kontribusi Indonesia untuk biaya pengembangan.

"Insinyur Indonesia telah bekerja di fasilitas produksi KAI di Sacheon hingga Maret 2020. DAPA mengaitkan kepergian mereka dengan munculnya pandemi virus corona pada awal 2020, serta “tidak membayar kontribusi Indonesia” untuk biaya pengembangan," tulis Flight Global pada artikelnya yang berjudul Jakarta reaffirms interest in KF-21/IF-X; engineers returning to Korea.

Baca Juga: Proyek KF-21 Boramae Terancam Gagal, Korea Selatan Cemas Anggaran Indonesia Terkuras

Meskipun begitu, Indonesia menegaskan kembali keikutsertaannya dalam program KF-21 Boramae dengan mengirim kembali 32 insinyur Indonesia ke Korea Selatan.

Halaman:

Editor: Shofia Munawaroh

Sumber: Zona Jakarta


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X