HMJ BKMS Universitas Jember Gelar Talkshow Perihal Wabah Penyakit PES

5 Mei 2020, 12:00 WIB
Aplikasi Instagram /

RINGTIMES BANYUWANGI  - Akibat  Merebaknya wabah virus corona berdampak pada sistem pendidikan atau perkuliahan. 

Bahkan Selama wabah, kegiatan perkuliahan berubah lewat daring. Selain itu, kegiatan kemahasiswaan lainnya juga dirubah menjadi berbasis daring.

Hingga Saat ini kegiatan diskusi kebanyakan diganti menjadi diskusi daring lewat media sosial seperti Whatsapp, Zoom, atau Instagram.

Baca Juga: Didi Kempot Dijuluki Bon Jovi From Java Oleh Warga Negara Suriname

Sumber berjudul  : Via Daring, HMJ BKMS Universitas Jember Gelar Talkshow Perihal Wabah Penyakit PES

Seperti yang dilakukan Himpun an Mahasiswa Jurusan (HMJ) Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS) yang menggelar diskusi melalui streaming Instagram.

Pada Senin 4 Mei 2020, HMJ BKMS Universitas Jember melaksanakan diskusi secara daring.

Diskusi secara daring ini dilaksanakan dalam bentuk acara talkshow. Judul talkshow yang akan dibicarakan yakni mengenai 'Hindia-Belanda dalam Kemelut Wabah Pes'.

Baca Juga: Cek Fakta: Pesawat Pengebom AS Terbang du Laut China Selatan

Pes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis.

Seseorang dapat terkena penyakit Pes jika digigit pinjal (sejenis serangga) yang terpapar bakteri tersebut.

Talkshow ini dapat jadi referensi masyarakat untuk melihat bagaimana Hindia Belanda dulu atau Indonesia sekarang juga pernah terjadi wabah.

Baca Juga: Rekor Baru Setelah 9 Hari, Kini Vietnam Kembali Melaporkan Kasus Baru

Apakah kebijakan yang diambil pemerintah Hindia-Belanda dulu lebih baik dari kebijakan pemerintah sekarang dalam menangani wabah COVID-19?.

Acara ini diadakan pada Senin, 4 Mei 2020, pukul 13.00 WIB di akun Instagram @bkms_unej.

Talkshow ini yang dipandu oleh Bagus P Laksono selaku pengurus HMJ BKMS dan pemantik Fitiriah Ika Sari selaku mahasiswi yang sedang menulis wabah Pes.

Baca Juga: Cek Fakta : Selasa, 5 Mei 2020 Total Lebih dari 3,6 Juta Kasus Positif

Fitiriah berharap dari diskusi ini kita dapat ambil sisi positifnya. Jika wabah seperti ini di Indonesia saat ini bukan pertama kali dan dapat dilewati.

“Cukup dengan taati anjuran pemerintah dan pemerintah wajib merawat rakyatnya untuk meminimalisir risiko kasus yang membeludak jauh lebih besar,” pesan Fitriah.(Penulis:  Sophia Tri Rahayu) 

Editor: Sophia Tri Rahayu

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Tags

Terkini

Terpopuler