Erick Thohir Beri Tanggapan Terkait Anggaran Kementerian BUMN Baru Terserap 38,18 Persen

- 28 Agustus 2020, 13:30 WIB
ERICK Thohir yakin realisasi anggaran Keenerian BUMN 2020  akan terlaksana secara maksimal seperti tahun sebelumnya.*
ERICK Thohir yakin realisasi anggaran Keenerian BUMN 2020 akan terlaksana secara maksimal seperti tahun sebelumnya.* /Instagram.com/erickthohir/

 

RINGTIMES BANYUWANG - Erick Thohir selaku tasikma.

Bahkan angka tersebut menunjukkan Kementerian BUMN telah menggunakan anggarannya sebesar 38,18 persen dari alokasi yang sebesar Rp266,3 miliar.

Hal ini juga diungkapkannya  ketika rapat kerja Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat dengan Menteri BUMN RI pada Kamis 27 Agustus 2020.

Baca Juga: Terbaru, Yamaha Resmi Luncurkan Motor CBU MT-07 dan MT-09

Berita ini telah terbit di Pikranrakyat-Tasikmalaya.com dengan judul Anggaran Kementerian BUMN Baru Terserap 38,18 Persen, Erick Thohir: Tak akan Jauh dari Tahun Kemarin

"Tapi kami ada keyakinan realisasi anggaran 2020 tidak jauh dari tahun kemarin 97,2 persen," ujar Erick.

Erick juga mengatakan, terdapat outstanding kontrak yang bisa dilakukan untuk menambah angaran sebesar 31,33 persen.

"Tapi tentu kami dari Kementerian BUMN ingin memastikan daripada kontrak bisa berjalan baik sehingga kalau itu menjadi suatu target yang harus dipercepat maka penyerapan kita bisa naik 69,51 persen," katanya.

Baca Juga: Terkait Penerima BLT Rp600 Ribu, Pastikan Kamu Miliki Rekening di Bank ini

Erick juga mengatakan bahwa realisasi anggaran masih akan terserap sebesar 30,49 persen.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk operasional unit kerja, pengembangan pegawai, belanja modal, dan peningkatan sarana dan prasarana kantor.

Ia pun merasa yakin realisasi anggaran 2020 tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 97,2 persen atau setara Rp202,5 miliar.

Baca Juga: Tips Merawat Bunga Mawar, Berbunga Lebat

"Jadi kalau ini kumulatif 38,18 persen ditambah 31,33 persen ditambah 30,49 persen kurang lebih tetap di angka 97 persen," ujarnya.

Erick menyampaikan, pada 2019 realisasi belanja Kementerian BUMN sebesar Rp202,5 miliar atau terserap 97,2 persen dari DIPA Kementerian BUMN sebesar Rp208,27 miliar.

Ada pun posisi aset kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2019 sebesar Rp863,6 miliar yang telah mencatat nilai revaluasi tanah dan bangunan.

Baca Juga: Tips Merawat Bunga Mawar, Berbunga Lebat

"Selama 13 tahun berturut-turut dari 2007 hingga 2019 lapkeu Kementerian BUMN mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," katanya.***( Tita Salsabila/Pikiran Rakyat Tasikmalaya)

Editor: Sophia Tri Rahayu

Sumber: Tasikmalaya.Com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah