Sri Mulyani Ungkap Perbedaan Cara Berpikir Negara Maju dan Berkembang

10 Agustus 2021, 21:16 WIB
Sri Mulyani ungkap cara berpikir masyarakat di negara maju. /Foto: kemenkeu.go.id/Humas/

RINGTIMES BANYUWANGI – Sri Mulyani menjelaskan perbedaan cara pikir masyarakat di negara maju dan negara berkembang.

Sri Mulyani menceritakan pengalamannya selama tinggal di Amerika yang merupakan salah satu negara maju.

Dilansir dari Kanal YouTube Jarrak Pintar pada Selasa 10 Agustus 2021, berikut penjelasan Sri Mulyani terkait perbedaan pola pikir negara maju dan negara berkembang.

Baca Juga: Gaya Belajar yang Paling Diminati Siswa, Guru Harus Tahu Ini

Sri Mulyani awalnya melihat kebiasaan yang dilakukan masyarakat yang tinggal di negara maju.

Disana dia melihat kesamaan antara negara Indonesia. Mereka sarapan sama seperti yang dilakukan di Indonesia.

Mereka bersekolah juga sama seperti yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, bahkan tidak lebih pintar dari negara Indonesia

Baca Juga: Kritikan Pedas Fadli Zon Atas Penobatan Sri Mulyani Sebagai Menkeu Terbaik se Asia

“Kenapa kok dia disebut negara maju dan kita negara berkembang?” tanyanya.

Setelah memperhatikan dengan seksama keseharian mereka, Sri Mulyani akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Dia mengungkapkan bahwa masyarakat Amerika memiliki aset dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan besar, sehingga pemiliknya tidak perlu bekerja terlalu keras.

Sedangkan di Indonesia, orang-orang bekerja keras namun aset yang dimilikinya dibiarkan diam dan tidak dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan lagi.

Baca Juga: Alasan Manusia Bermimpi Menurut Dokter Ryu Hasan

Itulah perbedaan pola pikir yang dimiliki oleh negara maju. Sistem ekonominya membuat mereka memastikan bahwa semua aset harus bekerja sangat keras.

Mereka tidak membiarkan uang, barang, lahan, serta kapital dibiarkan menganganggur dan tidak dimanfaatkan.

Aset yang mereka miliki dibuat bekerja keras untuk mendapatkan banyak penghasilan, sehingga orang-orang disana bisa bersantai dan berlibur.

Baca Juga: 5 Kampus Termahal di Indonesia, Standar Internasional

Sedangkan di Indonesia orang-orang sibuk bekerja keras dan tidak jarang berlibur, ditambah aset yang mereka miliki tidak dimanfaatkan sebagaimana yang dilakukan oleh warga Amerika.

“Ada suatu komplek yang bagus didiamkan selama 20 tahun, tanahnya bagus banget didiamkan tidak ada yang berani sentuh,” ujar Sri Mulyani.

Hal itu terjadi biasanya karena aset tersebut adalah milik negara. Dia menyebutkan bahwa negara tidur, sedangkan masyarakatnya dibiarkan bekerja keras.

Baca Juga: Durhakanya Orang Tua Kepada Anak, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad

“Itulah yang membuat kita jauh berbeda,” ungkap Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan kegelisahannya tersebut dan tidak ingin melihat ada barang milik negara secuil apapun yang dibiarkan sia-sia.

Dia berpesan kepada masyarakat Indonesia bahwa aset yang dimiliki seharusnya dimanfaatkan dan dibuat bekerja keras.***

Editor: Shofia Munawaroh

Tags

Terkini

Terpopuler