Baru Tiga Hari Bebas dari Penjara, Bahar Smith Ditahan Kembali

19 Mei 2020, 11:51 WIB
/

RINGTIMES BANYUWANGI - Baru tiga hari menikmati udara segar usai dibebaskan dari Lembaga Permasyarakatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Sabtu, 16 Mei 2020, Bahar Smith kembali dijemput oleh petugas pemasyarakatan.

Terpidana kasus penganiayaan remaja yang telah divonis tiga tahun ini kembali ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada Selasa dini hari, 19 Mei 2020.

Bahar Smith yang disambut oleh puluhan pengikutnya pada saat dirinya dinyatakan bebas melalui jalur asimilasi sempat menarik perhatian lantaran para pengikutnya tidak mengindahkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker.

Baca Juga: Guna Putus Penularan Covid-19, Turki Berlakukan Lockdown Selama Libur Idul Fitri

Seperti kami kutip dari artikel berjudul Baru Tiga Hari Keluar dari Penjara, Bahar Smith Kembali Ditahan karena Langgar Aturan Asimilasi

Dikutip oleh Pikiranrakyat-bekasi.com dari Antara, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris mengatakan Bahar Smith dijemput kembali karena program asimilasinya dicabut.

"Yang bersangkutan dikembalikan ke Lapas Gunung Sindur. Saat diamankan, dia dijemput petugas bapas dan kalapas didampingi petugas kepolisian Bogor," kata Aris di Bogor, Selasa.

Bahar Smithdinilai telah melanggar ketentutan program asimilasi. Sebelumnya, Bahar Smith juga telah diingatkan oleh petugas pemasyarakatan karena langsung kembali berdakwah di pondok pesantrennya setelah bebas bersyarat.

Baca Juga: Pusat Perbelanjaan di Jabar Kembali Ramai, Begini Ungkapan Para Ahli

Menurut Aris, pada Senin, 18 Mei 2020, kegiatan dakwah itu dinilai mengundang massa yang dapat menjadi pelanggaran dalam pembatasan sosial berskala besar.

"Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pecegaha Covid-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa yang banyak," kata Aris saat dihubungi oleh Antara di Bandung, Senin.

Namun, saat dikonfirmasi kembali oleh Antara pada Selasa, terkait penyebab kembali ditahannya Bahar Smith, Aris tidak menyebut secara rinci apa pelanggaran yang Bahar Smith lakukan sehingga asimilasinya dicabut.

Baca Juga: WHO Peringatkan, Penyemprotan Disinfektan Berbahaya Bagi Kesehatan

"Program asimilasinya dicabut karena melanggar ketentuan asimilasi" kata Aris.

Sebelumnya, Bajar Smith divonis oleh majelis hukum 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan masa tahanan.(penulis: Firda Marta Rositasari)

Baca Juga: Meski Sudah Sembuh, Paru-paru Pasien Covid-19 Rusak? Cek Faktanya

Editor: Firda Marta Rositasari

Sumber: Pikiran Rakyat Depok

Tags

Terkini

Terpopuler