Sejarah G30SPKI Buat Megawati Khawatir, Rocky Gerung: Fakta Jika Soekarno Berideologi Kiri

- 22 April 2021, 19:17 WIB
Rocky Gerung turut mengomentari Megawati yang meminta pelurusan sejarah G30SPKI pada Kemendikbud.
Rocky Gerung turut mengomentari Megawati yang meminta pelurusan sejarah G30SPKI pada Kemendikbud. /Tangkapan layar YouTube Rocky Gerung Official/

RINGTIMES BANYUWANGI – Pernyataan Mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri mengenai tragedi G30SPKI pada tahun 1965 sempat dilontarkan karena rasa khawatir pada generasi penerus bangsa.

Bahkan Megawati meminta agar Menteri Pendidikan dna Kebudayaan Nadiem Makarim segera meluruskan simpang siurnya informasi dari sejarah G30SPKI yang menurutnya kerap ditemui salah arti.

Menanggapi hal tersebut, Rocky Gerung yang merupakan pakar Politik Indonesia turut mengomentari dengan gamblang terkait permintaan Megawati dalam meluruskan sejarah g30SPKI pada lingkungan sekolah dan pendidikan.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam diskusinya bersma jurnalis senior, Hersubeno Arief dalam akanl Youtube pribadinya yakni Rocky Gerung Official pada 22 April 2021.

Baca Juga: Aturan Mudik Terbaru 22 April Sampai 24 Mei 2021, Nekat Bisa Kena Denda

“Saya mau tekankan, semua sejarah Indoensia itu sejarah dunia. Nggak ada sejarah dari peristiwa lokal, demikian juga dengan sejarah 65 (G30SPKI) yang merupakan pertandingan antara blok komunis dan blok kapitalis, ada diantara kiri dan kanan, dan Indonesia ada dalam jebakan itu,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Ringtimesbanyuwangi.com dari kanal Youtube Rocky Gerung Official.

Menurutnya, apa yang dilakukan Indonesia saat itu adalah harus memilih secara terpaksa dimana blok yang akan dipilih.

“Kita harus memahami kalau itu adalah persaingan politik antara kepentingan kiri dan militer,” kata Rocky Gerung.

“Kita berandai jika seandainya komunis menang pada saat itu, Indonesia ada dimana? Pasti terpuruk, karena semua negara komunis itu bangkrut secara ekonomi dan demokrasinya,” katanya.

Baca Juga: 3 Hal yang Boleh Dilakukan Istri Jika Tidak Diberi Nafkah oleh Suami

Menurut Rocky Gerung, saat ini terjadi percampuran isu antara reaksi masyarakat muslim dengan favoritism Indonesia yang kuat dengan China, namun justru dianggap ancaman komunis.

“Ada campuran isu antara masyarakat muslim Indonesia dengan favoritisme Indonesia yang sangat kuat dengan China tapi dituding sebagai ancaman komunis, itu secara ideologi nggak ada lagi ancaman komunis,” katanya.

Rocky Gerung menilai jika persoalan sejarah G30SPKI ini harus diselesikan ditingkat internasional, bukan sekedar di Indonesia.

“Jadi Ibu Megawati itu agak salah sasarannya kalau minta dikoreksi oleh Kemendikbud, karena karena versi yang asli itu yang sekarang dipegang oleh pemerintah termasuk catatan sejarah TNI, ini akan jadi problem besar-besaran,” kata Rocky Gerung.

Baca Juga: Putri Delina ke Nathalie Holscher: Jujur Sejauh ini Aku Masih Melihat Seperti apa Bunda

Ia menilai persoalan dendam terus memicu kepanasan sejarha peristiwa tersebut yang seharusnya dihapuskan.

“Beberapa fakta terlihat jika Soekarno memang memiliki ideologi kiri saat itu, itu nggak ada soal karena Soekarno akan bertanding melawan neo kolonialisme… jadi itu adalah reaksi Bung Karno dalam dunia yang sedang didominasi liberalisme,” jelasnya.

Mengenai Megawati yang ingin meluruskan sejarah tersebut Rocky Gerung menilai setiap orang yang ignin meluruskan sejarah tentunya memiliki interest.

“Artinya orang langsung beranggapan oh Ibu Megawati tidak setuju dengan sejarah yang ditluis oleh Pusat Sejarah Angaktan Darat, dan komisi yang tengah mengusut persoalan HAM,” katanya.

Baca Juga: Nathalie Holscher Ungkap Kisahnya jadi Ibu Sambung dari Anak-anak Sule

Meski demikian, Rocky Gerung menyebut Megawati tetap berhak meminta klarifikasi, namun maslaahnya terletak pada kubu sebelah juga akan meminta klarifikasi.

Ia menilai jika tidak tepat jika PDIP yang meminta klarifikasi atau pelurusan sejarah G30SPKI itu.***

Editor: Indah Permata Hati


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah