Mahfud MD Dikabarkan Memaklumi Korupsi, Sebut Ada Pihak yang Memelintir Pernyataannya

- 4 Mei 2021, 13:38 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD membantah kabar bahwa dirinya memaklumi korupsi, dan menyebut bahwa hal tersebut merupakan berita bohong.
Menko Polhukam, Mahfud MD membantah kabar bahwa dirinya memaklumi korupsi, dan menyebut bahwa hal tersebut merupakan berita bohong. /Dok. setkab.go.id

RINGTIMES BANYUWANGI - Menteri Koordinato Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sempat diterpa kabar yang menyebut dirinya memaklumi korupsi.

Mahfud MD mengaku klarifikasi terkait kabar yang menyebut dirinya memaklumi korupsi merupakan upayanya dalam meluruskan berita bohong tersebut.

Terlebih, Mahfud MD mengatakan jika sahabatnya mantan menteri riset dan teknologi (Menristek) Muhammad A S Hikam termakan berita hoaks tersebut.

"Bnyk termakan bohong. Katanya sy bilang"korupsi boleh asal ekonomi bagus". Itu Bohong. Krn sahabat sy @mashikam ikut kemakan hoax itu maka sy buat penjelasan ini utk Mas Hikam. Utk yg lain, yg biasa mengunyah hoax, tak perlu sy klarifikasi," ungkap Mahfud MD dalam cuitan di akun Twitter @Mahfud MD seperti dikutip Ringtimesbanyuwangi.com.

Atas dasar klarifikasi kebenaran yang dia tujukan kepada sahabatnya, Mahfud MD menyebut bahwa berita tersebut merupakan permainan media sosial.

Baca Juga: Link Live Streaming Liga Champions Manchester City VS PSG Rabu 5 Mei 2021

"Pak Hikam percaya saya bilang begitu? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang korupsi bisa dimaklumi demi kemajuan? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang untuk mencapai kemajuan ekonomi pemerintah boleh membiarkan korupsi? Itu semua permainan medsos (Media Sosial) yang omong kosong, Pak. Tak ada itu," kata Mahfud seperti dikutip dari Antara pada 4 Mei 2021.

Mahfud MD pun menjelaskan asal mula kabar bohong tersebut berawal dari pernyataanya saat menjadi narasumber dalam sebuah webinar.

Dirinya menyebut bahwa ada beberapa orang yang mencoba untuk memelintir pernyataannya.

"Saya berbicara itu didengar oleh Saiful Mujani, Faisal Basri, dan Halim Alamsyah sebagai narasumber webinar Demokrasi dan Ekonomi. Juga didengar oleh ratusan peserta webinar. Saya yang membuka webinar itu. Terlalu amat bodohlah saya bilang begitu," katanya.

Halaman:

Editor: Ikfi Rifqi Arumning Tyas

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X