Jelang Kompetensi WSL 2022, Beredar Poster dan Boneka Macan Tutul di Sejumlah Sarana Infrastruktur

- 25 Mei 2022, 21:54 WIB
Jelang kompetensi WSL di Pantai Plengkung Banyuwangi, beredar poster dan boneka macan tutul di sejumlah sarana infrastruktur.
Jelang kompetensi WSL di Pantai Plengkung Banyuwangi, beredar poster dan boneka macan tutul di sejumlah sarana infrastruktur. /Koordinator perlindungan dan pemantapan wilayah balai TN Alas Purwo/

RINGTIMES BANYUWANGI - Beredar poster gambar macan di sekitar hutan Alas Purwo Banyuwangi yang berdekatan dengan pantai G-land jelang kompetisi World Surf League (WSL) Championship Tour yang akan digelar pada tanggal 28 Mei hingga 6 Juni 2022 mendatang.

Gambar macan yang dipasang bukan tanpa sebab, pasalnya banyak hewan jenis monyet yang sering menganggu aktivitas di sekitar hutan Alas Purwo.

Adanya hal tersebut panitia menjadi khawatir akan kehadiran monyet yang mengganggu kompetisi surfing dunia itu.

Baca Juga: Peselancar Terbaik Dunia Kumpul di Banyuwangi, Kemenkes Kontrol Kualitas Mamin sampai Air

Akhirnya panitia memasang poster dan juga boneka jenis macan di sejumlah sarana infrastruktur, seperti pada tower telekomunikasi dan mobil. 

Ide tersebut muncul dari pengelola TN Alas Purwo sebagai solusi untuk menakut-nakuti monyet tersebut dibilang cukup efektif agar perhelatan WSL bisa berjalan lancar.

Koordinator Perlindungan dan Pemantapan Wilayah Balai Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi Sucipto mengatakan karena sifat monyet sendiri adalah suka penasaran dengan benda yang mencolok termasuk pada sarana infrastruktur sehingga cenderung ke pengerusakan.

Baca Juga: Cegah Keterlibatan Jaringan Narkoba Di Internal, Polresta Banyuwangi Gelar Tes Urine Dadakan

"Hal itu karena pernah terjadi kepada pengunjung, monyet merusak hal hal yang baru di ketahui dan juga mencolok, meskipun itu jarang terjadi, tapi minimal kita antisipasi dulu," katanya pada Selasa (24 Mei 2022).

Monyet di TN Alas Purwo juga sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, biasanya manusia memberikan makanan maka jika melihat manusia kebanyakan mendekatinya.

"Awalnya diberi makanan sama pengunjung, akhirnya sekarang kalau ada manusia pasti mendekat, dan merebut apa yang mereka bawa, padahal memberi makanan ke hewan yang ada di TN alas purwo sudah di larang, tapi bagaimana lagi," imbuhnya.

Baca Juga: BPBD Banyuwangi Siagakan Posko Evakuasi di Ajang Selancar Dunia

Munculnya ide pemasangan boneka dan gambar macan itu karena macan tutul adalah hewan yang di anggap predator oleh monyet, macan tutul menurut rantai makanan monyet adalah salah satu makanan dari spesiesnya.

"Jadi secara gak langsung monyet akan takut mendekat jika ada gambar atau boneka yang mirip dengan predatornya yaitu macan tutul, jadi masih ada upaya untuk monyet menjauhi barang barang milik pengunjung," jelasnya.

Meskipun akhirnya monyet akan sadar bahwa boneka dan poster itu tidak akan membahayakan, tapi mereka sekejap akan takut dengan keberadaan boneka yang dipasang oleh panitia.

"Tapi kadang gak bisa bertahan lama, kalo sudah ada monyet di dekatnya, tapi kok macannya gak gerak, lama kelamaan nanti monyetnya sadar kalo diprank. Tapi minimal dalam beberapa hari dia takut untuk mendekat," tandasnya.***

Editor: Shofia Munawaroh


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah