Dampak Konflik Rusia-Ukraina Harga Minyak Mentah Dunia Kian Melonjak, Pertamina Pastikan Pertalite Tidak Naik

9 Maret 2022, 20:29 WIB
Ilustrasi. Di tengah melonjaknya harga minyak mentah dunia akibat konflik Rusia-Ukraina, Pertamina pastikan Pertalite tidak naik. /Tangkap layar instagram.com/@pertamina

RINGTIMES BANYUWANGI - Dampak dari konflik antara Rusia dan Ukraina terjadi kenaikan pada harga minyak mentah dunia. Meski demikian, PT Pertamina (Persero) memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tidak akan naik.

Pengambilan keputusan tersebut demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli, karena kebanyakan masyarakat menggunakan BBM jenis Pertalite.

"Pertamina sebagai BUMN yang berperan dalam mengelola energi nasional sangat mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam penetapan harga produk BBM," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 Maret 2022.

Baca Juga: Tes PCR dan Antigen bagi Pelaku Perjalanan Domestik Dihapus, Perhatikan Syaratnya

Dia pun mengatakan harga Pertalite saat ini Rp7.650 per liter, tidak berubah sejak tiga tahun terakhir.

Artikel ini sebelumnya telah terbit di Pikiran-Rakyat.com dengan judul: Harga Minyak Mentah Dunia Terus Melonjak, Pertamina Klaim Tak Akan Naikkan Harga Pertalite

Saat ini konsumsi Pertalite menjadi yang terbesar atau sekitar 50 persen dari total konsumsi BBM nasional.

Sehingga pemerintah akan terus melakukan pembahasan untuk skenario kompensasi Pertalite agar stabilisasi harga Pertalite dapat terjaga.

Dalam menekan biaya produksi BBM dalam negeri Pertamina terus melakukan berbagai efisiensi di segala lini.

Baca Juga: Upaya Pemkab Bandung Benahi dan Perbaiki Infrastruktur Guna Tingkatkan Perekonomian

Hal itu guna mengurangi tekanan lonjakan harga minyak mentah dunia terhadap peningkatan biaya penyediaan BBM.

Adapun sejumlah strategi efisiensi tersebut antara lain dengan memaksimalkan penggunaan minyak mentah dalam negeri, dan mengoptimalkan penggunaan gas alam untuk menghemat biaya energi.

Pararel juga dilakukan peningkatan produksi kilang untuk produk yang bernilai tinggi.

Baca Juga: Vaksinasi Dosis 2 Sudah Capai 70,38 Persen Jumlah Penduduk Indonesia, Melebihi Target Sasaran Nasional

Strategi lainnya dengan mengeluarkan kebijakan yang dilakukan secara selektif dalam penyesuaian harga produk untuk BBM nonsubsidi tertentu.

Antara lain Pertamax Series dan Dex Series, yang porsi konsumsinya hanya sekitar 15 persen dari total konsumsi BBM nasional.

Fajriyah menjelaskan pertimbangan tersebut dilakukan karena jenis BBM ini dinilai sebagian besar dikonsumsi oleh kalangan konsumen mampu, atau pemilik kendaraan pribadi jenis menengah ke atas.

Baca Juga: Wacana Penundaan Pemilu, Pakar: Tidak Ada Ruang Memperpanjang Masa Jabatan

Ke depannya, harga BBM nonsubsidi akan terus disesuaikan secara rutin dengan mengikuti harga pasar sesuai ketentuan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 62 tahun 2017.

"Pertamina sangat berhati-hati dalam menetapkan harga. Namun kami yakin segmen konsumen ini telah merasakan manfaat BBM berkualitas yang lebih hemat dan lebih baik untuk perawatan mesin kendaraan, sehingga dapat menerima harga yang selama ini tetap sangat kompetitif dibandingkan produk yang sejenis lainnya," ujar Fajriyah, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.***(Yudianto Nugraha/Pikiran-Rakyat.com)

Editor: Suci Arin Annisa

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Terpopuler